Bersama mentari ku leburkan amarah dalam dada
Menyatu dengan kebencian yang terlahir dari tingkahmu
Manisnya kasih dulu
Kini berganti asamnya rasa
Tak terpikir
Tak pernah terasa
Pun terbayangkan
Hilang...
Pergi bersama angin yang menderu
Bercampur awan mendung
Hingga menjadikannya kian kelam
Bersama senja ku tinggalkan kisah
Antara jiwa yang pernah terkait
Menjemput malam dengan setitik harap
Kan bertemu bintang dalam pekat
Dipandu kunang-kunang
Ku jejaki samudra angan
Berlari menyusuri nampan kehidupan
Mencari jiwa yang pasti
Tempatkan ku di masa depannya
Namun...
Hingga fajar datang mentari tak kunjung bersinar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar