Entah sampai kapan
Ku biarkan bulir air jatuh dari sudut mataku
Entah sampai kapan
Ku tenggelamkan sepasang bola mata ini
Entah sampai kapan
Ku diamkan raga di sini
Entah sampai kapan
Ku biarkan jejak ini menyusurimu
Entah sampai kapan begini?
Jiwaku merindu
Ku tahu kau pun begitu
Dari kata yang kau selipkan pada tangisan langit
Jiwaku merindu
Ku tahu kau pun begitu
Dari isyarat yang kau titipkan pada angin yang menderu
Ribuan detik ku habiskan di sini
Tapi,
Kasih
Kau terdiam membisu
Biarkanku hanyutkan jiwa pada sungai masa lalu
Yang bermuara pada tanah merah ini
Namun,
Kasih
Ku bahagia
Ratusan kalimat yang terangkai dari bibir kecil ini
Kau balas dengan senyum pusaramu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar