22.2.11

Penantian

Entah sampai kapan
Ku biarkan bulir air jatuh dari sudut mataku

Entah sampai kapan
Ku tenggelamkan sepasang bola mata ini

Entah sampai kapan
Ku diamkan raga di sini

Entah sampai kapan
Ku biarkan jejak ini menyusurimu

Entah sampai kapan begini?

Jiwaku merindu
Ku tahu kau pun begitu
Dari kata yang kau selipkan pada tangisan langit

Jiwaku merindu
Ku tahu kau pun begitu
Dari isyarat yang kau titipkan pada angin yang menderu

Ribuan detik ku habiskan di sini
Tapi,
Kasih
Kau terdiam membisu
Biarkanku hanyutkan jiwa pada sungai masa lalu
Yang bermuara pada tanah merah ini

Namun,
Kasih
Ku bahagia
Ratusan kalimat yang terangkai dari bibir kecil ini
Kau balas dengan senyum pusaramu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar