Rona merah langit membangunkanku
Dari hidup yang membisu
Menyadarkanku betapa
Purnama merindukan senyum
Tawa yang tlah lama tertidur
Terkandang oleh keegoisan
Langit yang membagi pekatnya
Pada sepasang mata yang tertegun
Menjadikannya gulita
Redup dalam kanvas hitam dunia
Sungguh...
Matahari menangis
Bulan tak kunjung pergi
Seakan ingin terus meraja
Tak ingin berbagi
Tak ingin bersahabat
Tak ingin berganti
Entah sampai kapan
Akankah sampai bulan menyatu dengan matahari?
Atau sampai pelangi hadir dalam pelukan malam??
Aku tak tahu
Tak ingin mengartikannya
Walau aku mampu menguraikan semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar